Masih Bingung Mau Investasi? Ini Cara Memilihnya




Jika dipikir-pikir, yang dimaksud dengan investasi adalah mengorbankan dana atau aset yang Anda miliki saat ini agar memperoleh hasil yang lebih banyak di masa mendatang dalam kurun waktu tertentu. Investor biasanya memiliki tujuan seperti mempersiapkan kehidupan yang aman secara finansial untuk masa pensiun, kepentingan bisnis atau pendidikan anggota keluarga.


Lantas, bagaimana cara memilih investasi? Pertama, Anda akan mengenal beberapa pilihan investasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda saat ini. Uraian masing-masing jenis adalah sebagai berikut.


• Properti

Properti tersebut dapat berupa bangunan (rumah, ruko atau apartemen) dan tanah. Nilai bangunan dapat menurun seiring bertambahnya usia, tetapi nilai relatif tanah meningkat setiap tahun. Investasi real estat memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam hal meningkatkan pendapatan bulanan atau pendapatan tahunan, bangunan bisa disewakan. Jenis investasi ini juga memiliki risiko kerugian yang lebih kecil karena nilainya cenderung meningkat lebih awal. Namun, untuk mulai berinvestasi, Anda akan membutuhkan banyak uang karena harus membangun atau membeli rumah dan tanah. Selain itu, karena tidak mudah untuk mencairkan dana, Anda akan kesulitan saat tiba-tiba membutuhkan dana.


• Emas

Jika ada yang bertanya jenis investasi apa yang populer di Indonesia, salah satu jawabannya adalah emas atau logam mulia. Mudah untuk menguangkan atau menjual (likuiditas) dan tahan lama, yang membuat investasi emas lebih populer. Namun, nilai emas bisa saja merosot. Selain itu, berbeda dengan properti, emas tidak dapat memberikan penghasilan tambahan bagi pemiliknya.


• Saham

Investasi saham mengacu pada investasi di perusahaan tertentu. Dengan saham ini, Anda akan mendapatkan keuntungan dari keuntungan berdasarkan jumlah saham yang Anda miliki (dividen). Nilai saham tidak pasti karena berubah setiap hari. Kalau untung ada juga yang rugi. Padahal, dibandingkan dengan jenis investasi lain, saham memiliki tingkat pengembalian yang tinggi. Namun, fluktuasi harga saham dan kebangkrutan perusahaan yang diinvestasikan akan berpeluang besar membuat Anda merugi.


• Obligasi

Istilah lain untuk obligasi adalah hutang. Namun dalam kasus ini, investorlah yang meminjam dari perusahaan atau pemerintah. Dalam jangka waktu tertentu, pihak yang menerima pinjaman akan mengembalikan bunga dan modal utama kepada Anda. Terlepas dari pendapatan jaminan (terutama jika penerima pinjaman adalah pemerintah), tingkat pengembalian investasi obligasi jenis ini relatif rendah.Kemudian, masa pembayaran bunga tetap tidak memungkinkan bagi investor untuk menggunakannya meski dalam situasi darurat.


• Reksa Dana

Bagi pemula yang belum tahu cara memilih dan berinvestasi, sangat disarankan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Di sini, para profesional bernama manajer investasi akan mengelola dana Anda melalui berbagai investasi seperti saham, obligasi, dan deposito. Anda akan dikenakan biaya manajemen. Untuk investasi di kisaran nilai awal, mungkin juga diperlukan Rp100.000 karena Anda tidak sendiri (bersama investor lain) saat mulai berinvestasi.


Investasi dan inflasi Jika nilai mata uang turun dan menyebabkan kenaikan harga barang secara keseluruhan, maka situasi ekonomi suatu negara dianggap berada dalam keadaan inflasi. Lantas, apa hubungannya dengan pilihan jenis investasi?


Beberapa kasus membuktikan bahwa tabungan / tunai dan deposito bank tidak layak dikatakan sebagai sarana investasi yang ideal karena tingkat kegagalannya berbanding terbalik dengan tingkat inflasi. Oleh karena itu, berawal dari fakta ini, sebaiknya Anda mulai merencanakan jenis investasi apa saja yang dapat mengimbangi inflasi agar tidak dirugikan.


Ilmukeuangan.com akan membahas lebih lengkap tentang rahasia mengelola keluangan UMKM di E-course Jurus keuangan.

Dapatkan harga khusus hari ini.




12 views0 comments

Recent Posts

See All