top of page

Analisis Horizontal: Membaca Tren Laporan Keuangan



Analisis laporan keuangan adalah salah satu keterampilan yang penting bagi para pemilik usaha, investor, dan manajer keuangan untuk membantu mereka mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola keuangan perusahaan. Dalam analisis ini, ada beberapa metode yang dapat digunakan, salah satunya adalah analisis horizontal.


Analisis horizontal merupakan metode analisis laporan keuangan yang digunakan untuk melihat tren kinerja keuangan suatu perusahaan dari waktu ke waktu. Analisis ini dapat membantu para pengguna laporan keuangan untuk memahami perubahan yang terjadi dalam kinerja keuangan perusahaan, baik secara positif maupun negatif.


Penting bagi para pengguna laporan keuangan untuk memahami tren kinerja keuangan suatu perusahaan karena dapat memberikan informasi yang berharga dalam pengambilan keputusan keuangan. Dengan memahami tren kinerja keuangan, pengguna laporan keuangan dapat menilai kesehatan keuangan perusahaan dan memprediksi kinerja keuangan di masa depan.


Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang analisis horizontal, bagaimana menerapkannya dalam membaca tren laporan keuangan, dan mengapa penting untuk memahami tren laporan keuangan.



Teknik Analisis Horizontal





Analisis horizontal adalah salah satu teknik yang digunakan dalam memahami tren laporan keuangan. Teknik ini memungkinkan kita untuk melihat perubahan kinerja keuangan suatu perusahaan dari waktu ke waktu. Dalam melakukan analisis horizontal, ada beberapa teknik yang harus dipahami, yaitu menetapkan titik awal analisis, menghitung persentase perubahan, dan membuat grafik tren.


Pertama, menetapkan titik awal analisis. Teknik ini melibatkan menentukan periode waktu yang akan digunakan sebagai titik awal untuk analisis. Misalnya, kita dapat menetapkan titik awal pada tahun 2019, kemudian melakukan analisis horizontal pada tahun 2020 dan 2021. Dengan menetapkan titik awal, kita dapat melihat perubahan kinerja keuangan perusahaan dari tahun ke tahun.


Kedua, menghitung persentase perubahan. Teknik ini melibatkan menghitung persentase perubahan dalam kinerja keuangan perusahaan dari tahun ke tahun. Untuk menghitung persentase perubahan, kita dapat menggunakan rumus sebagai berikut:


Persentase perubahan = (nilai saat ini - nilai tahun sebelumnya) / nilai tahun sebelumnya x 100%


Dengan menghitung persentase perubahan, kita dapat mengetahui apakah kinerja keuangan perusahaan meningkat atau menurun dari tahun ke tahun.


Ketiga, membuat grafik tren. Teknik ini melibatkan membuat grafik yang menunjukkan perubahan kinerja keuangan perusahaan dari tahun ke tahun. Dengan membuat grafik tren, kita dapat dengan mudah melihat perubahan kinerja keuangan perusahaan secara visual.


Dalam melakukan analisis horizontal, kita juga harus mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Faktor-faktor eksternal tersebut dapat meliputi kondisi ekonomi, persaingan industri, dan perubahan regulasi. Selain itu, kita juga harus memperhatikan perubahan signifikan dalam praktik bisnis atau metode akuntansi yang dapat memengaruhi laporan keuangan perusahaan.


Teknik analisis horizontal merupakan salah satu cara untuk memahami tren laporan keuangan. Dalam melakukan analisis horizontal, kita harus menetapkan titik awal analisis, menghitung persentase perubahan, dan membuat grafik tren. Dengan memahami teknik-teknik ini, kita dapat melakukan analisis horizontal dengan lebih efektif dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kondisi keuangan perusahaan.


Contoh Analisis Horizontal pada Laporan Keuangan

Analisis horizontal pada laporan keuangan adalah teknik yang membantu kita memahami tren kinerja keuangan suatu perusahaan dari waktu ke waktu. Dalam artikel ini, kita akan membahas contoh analisis horizontal pada dua jenis laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi dan laporan neraca.


A. Analisis horizontal pada laporan laba rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan biaya suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Dalam melakukan analisis horizontal pada laporan laba rugi, kita dapat menggunakan teknik-teknik berikut:


1. Menetapkan titik awal analisis

Misalnya, kita menetapkan tahun 2020 sebagai titik awal analisis. Kemudian, kita dapat membandingkan pendapatan dan biaya tahun 2021 dengan tahun 2020.


2. Menghitung persentase perubahan

Untuk menghitung persentase perubahan, kita dapat menggunakan rumus:


Persentase perubahan = (nilai saat ini - nilai tahun sebelumnya) / nilai tahun sebelumnya x 100%


Misalnya, pendapatan perusahaan pada tahun 2020 sebesar Rp 1 miliar dan pada tahun 2021 sebesar Rp 1,2 miliar. Maka, persentase perubahan pendapatan adalah [(1,2 - 1) / 1] x 100% = 20%.


3. Membuat grafik tren

Dalam membuat grafik tren, kita dapat membandingkan pendapatan dan biaya perusahaan dari tahun ke tahun. Dengan grafik, kita dapat dengan mudah melihat apakah kinerja keuangan perusahaan mengalami peningkatan atau penurunan dari waktu ke waktu.


B. Analisis horizontal pada laporan neraca

Sama seperti pada laporan laba rugi, analisis horizontal pada laporan neraca juga dapat membantu dalam memahami tren keuangan perusahaan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan analisis horizontal pada laporan neraca:


1. Menetapkan titik awal analisis

Sama seperti pada analisis horizontal laporan laba rugi, tahap pertama dalam melakukan analisis horizontal pada laporan neraca adalah menentukan tahun yang akan dijadikan sebagai titik awal analisis. Titik awal ini harus representatif dan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang posisi keuangan perusahaan pada saat itu.


2. Menghitung persentase perubahan

Setelah menetapkan titik awal analisis, langkah berikutnya adalah menghitung persentase perubahan dari setiap pos laporan neraca dari tahun ke tahun. Caranya adalah dengan membagi nilai pos tersebut pada tahun tertentu dengan nilai pos pada titik awal analisis, kemudian dikalikan dengan 100%. Hasilnya akan memberikan persentase perubahan dari pos tersebut dari tahun ke tahun.


Contohnya, jika kita ingin menghitung persentase perubahan dari aset pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2020, maka kita perlu membagi nilai aset pada tahun 2022 dengan nilai aset pada tahun 2020, lalu dikalikan dengan 100%. Jika nilai aset pada tahun 2020 adalah Rp 1.000.000.000,- dan pada tahun 2022 adalah Rp 1.500.000.000,-, maka persentase perubahan aset dari tahun 2020 ke 2022 adalah:


((Rp 1.500.000.000 / Rp 1.000.000.000) - 1) x 100% = 50%


3. Membuat grafik tren

Langkah terakhir dalam melakukan analisis horizontal pada laporan neraca adalah membuat grafik tren dari persentase perubahan yang telah dihitung sebelumnya. Grafik ini akan membantu kita dalam memvisualisasikan tren keuangan perusahaan dari tahun ke tahun.


Grafik tren dapat dibuat dengan menggunakan program spreadsheet seperti Microsoft Excel. Caranya adalah dengan memasukkan data persentase perubahan pada kolom dan tahun pada baris, lalu membuat grafik menggunakan fitur chart. Dengan grafik ini, kita dapat dengan mudah melihat tren keuangan perusahaan dan melakukan perbandingan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.


Dalam melakukan analisis horizontal pada laporan neraca, perlu diingat bahwa pos-pos pada neraca saling berkaitan dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang komprehensif dan menyeluruh terhadap seluruh pos pada neraca.



Interpretasi Hasil Analisis Horizontal





Setelah melakukan analisis horizontal pada laporan keuangan perusahaan, langkah selanjutnya adalah melakukan interpretasi hasil analisis tersebut. Ada dua aspek utama yang perlu dipertimbangkan dalam interpretasi hasil analisis horizontal, yaitu menilai kesehatan keuangan perusahaan dan memprediksi tren keuangan di masa mendatang.


A. Menilai Kesehatan Keuangan Perusahaan

Dalam melakukan analisis horizontal pada laporan keuangan perusahaan, salah satu tujuannya adalah untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan selama periode tertentu. Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.


Pertama, pengguna laporan keuangan harus memperhatikan apakah terdapat tren pertumbuhan atau penurunan yang signifikan dalam kinerja keuangan perusahaan. Jika terdapat tren pertumbuhan yang stabil, ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang konsisten dari waktu ke waktu. Sebaliknya, jika terdapat tren penurunan yang signifikan, ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kesulitan dalam menghasilkan keuntungan dan dapat menghadapi masalah keuangan di masa mendatang.


Kedua, pengguna laporan keuangan harus memperhatikan perubahan dalam rasio keuangan yang penting seperti rasio profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas. Jika perusahaan mampu meningkatkan rasio keuangan yang penting selama periode tertentu, ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangannya dan dapat menghadapi tantangan di masa mendatang. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami penurunan dalam rasio keuangan yang penting, ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kesulitan dalam menghasilkan keuntungan dan dapat menghadapi masalah keuangan di masa mendatang.


Ketiga, pengguna laporan keuangan harus memperhatikan perbandingan kinerja keuangan perusahaan dengan pesaing industri. Jika perusahaan mampu menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik daripada pesaing industri, ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dan mampu menghadapi persaingan di masa mendatang.


B. Memprediksi Tren Keuangan di Masa Mendatang


Selain menilai kesehatan keuangan perusahaan selama periode tertentu, analisis horizontal juga dapat digunakan untuk memprediksi tren keuangan di masa mendatang. Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.


Pertama, pengguna laporan keuangan harus memperhatikan tren pertumbuhan atau penurunan dalam kinerja keuangan perusahaan dari waktu ke waktu. Jika terdapat tren pertumbuhan yang stabil, ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang konsisten dan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar di masa mendatang. Sebaliknya, jika terdapat tren penurunan yang signifikan, ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kesulitan dalam menghasilkan keuntungan dan dapat menghadapi masalah keuangan di masa mendatang


Kedua, pengguna laporan keuangan dapat memperhatikan tren pertumbuhan atau penurunan dalam rasio keuangan yang penting seperti rasio profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas. Jika perusahaan mampu meningkatkan rasio keuangan yang penting dari waktu ke waktu, ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangannya dan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar di masa mendatang. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami penurunan dalam rasio keuangan yang penting, ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kesulitan dalam menghasilkan keuntungan dan dapat menghadapi masalah keuangan di masa mendatang.


Ketiga, pengguna laporan keuangan dapat memperhatikan tren kinerja keuangan perusahaan dibandingkan dengan pesaing industri. Jika perusahaan mampu menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik dari pesaing industri, ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dan dapat terus bertahan di masa mendatang.


Dalam memprediksi tren keuangan di masa mendatang, perlu diingat bahwa analisis horizontal hanya dapat memberikan gambaran umum tentang tren keuangan perusahaan. Oleh karena itu, pengguna laporan keuangan perlu mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang, seperti kondisi ekonomi, regulasi industri, dan persaingan bisnis. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, pengguna laporan keuangan dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana dalam memprediksi tren keuangan di masa mendatang.



Keuntungan Menggunakan Analisis Horizontal





Analisis horizontal pada laporan keuangan memberikan beberapa keuntungan bagi pengguna laporan keuangan, seperti:


A. Memperkuat pengambilan keputusan bisnis

Analisis horizontal dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengambil keputusan bisnis dalam membuat keputusan strategis. Pengguna laporan keuangan dapat mengetahui trend keuangan perusahaan, apakah kinerja keuangan perusahaan mengalami peningkatan atau penurunan. Dengan mengetahui hal ini, pengambil keputusan dapat membuat strategi yang tepat dalam menghadapi permasalahan keuangan perusahaan. Misalnya, jika perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan, pengambil keputusan dapat melakukan restrukturisasi keuangan atau penghematan biaya untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.


B. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan

Analisis horizontal dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan. Dengan melakukan analisis horizontal, pengguna laporan keuangan dapat memeriksa apakah perusahaan menyajikan laporan keuangan yang konsisten dari tahun ke tahun. Dalam hal ini, pengguna laporan keuangan dapat memeriksa apakah ada perubahan signifikan dalam metode akuntansi atau praktik bisnis yang dapat memengaruhi laporan keuangan perusahaan.


Selain itu, analisis horizontal juga dapat membantu mengungkapkan praktik bisnis yang tidak etis atau tidak sah. Misalnya, jika perusahaan menggunakan praktik akuntansi yang tidak konsisten untuk meningkatkan pendapatan atau menutupi kerugian, analisis horizontal dapat membantu pengguna laporan keuangan mengidentifikasi kecurangan tersebut.


Dengan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan, perusahaan dapat membangun kepercayaan dan citra yang baik di antara para pemegang saham dan publik. Hal ini dapat membantu meningkatkan akses perusahaan terhadap sumber pembiayaan atau kredit yang lebih baik di masa depan.


Analisis horizontal dapat memberikan banyak keuntungan bagi pengguna laporan keuangan. Analisis ini dapat memperkuat pengambilan keputusan bisnis dan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Oleh karena itu, analisis horizontal sebaiknya menjadi bagian penting dari analisis laporan keuangan yang dilakukan oleh pengguna laporan keuangan.


Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, analisis horizontal sangat penting dalam memahami tren laporan keuangan karena memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk melihat perubahan kinerja keuangan dari waktu ke waktu dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kondisi keuangan perusahaan. Melalui analisis horizontal, pengguna laporan keuangan dapat menentukan apakah kinerja keuangan perusahaan meningkat atau menurun dan dapat mengevaluasi faktor-faktor yang berkontribusi pada perubahan tersebut. Dengan begitu, pengambil keputusan dapat menentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dan mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan.


Cara melakukan analisis horizontal cukup sederhana, yaitu dengan menetapkan titik awal analisis, menghitung persentase perubahan, dan membuat grafik tren. Dalam proses analisis horizontal, pengguna laporan keuangan harus memperhatikan perubahan signifikan dalam praktik bisnis atau metode akuntansi yang dapat memengaruhi laporan keuangan perusahaan. Pengguna laporan keuangan juga harus mempertimbangkan faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan, seperti kondisi ekonomi, industri, dan persaingan.


Manfaat dari melakukan analisis horizontal adalah pengambil keputusan dapat memperkuat pengambilan keputusan bisnis dengan membuat strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Analisis horizontal juga dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan, sehingga perusahaan dapat membangun kepercayaan dan citra yang baik di antara para pemegang saham dan publik. Selain itu, analisis horizontal juga dapat membantu mengungkapkan praktik bisnis yang tidak etis atau tidak sah, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan untuk mencegah kecurangan.


Dalam rangka mencapai keberhasilan bisnis, pengguna laporan keuangan harus memahami tren keuangan perusahaan dan melakukan analisis horizontal secara teratur. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi keuangan yang akurat dan dapat membantu perusahaan mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Oleh karena itu, analisis horizontal sebaiknya menjadi bagian penting dari analisis laporan keuangan yang dilakukan oleh pengguna laporan keuangan.



Tingkatkan kinerja keuangan bisnis Anda dengan workshop "Smart Financial Map"! Daftar sekarang di www.smartfinancialmap.com dan kuasai strategi finansial cerdas untuk bisnis yang lebih sukses. Ambil langkah pasti menuju kesuksesan bisnis Anda hari ini!




382 views0 comments
bottom of page