Apa itu Covert Selling, Strategi Ampuh Naikan Penjualan !




Teknik Covert selling? Apakah Kamu sudah pernah mendengarnya? Covert selling ini bisa dibilang sebagai teknik “gaib” dalam dunia pemasaran.


Kenapa? Karena teknik ini bisa membuat Kamu “jualan tapi nggak kelihatan jualan.” Jika diartikan satu persatu Covert = terselubung, selling = jualan, jadi teknik ini akan membantu Kamu untuk jualan secara terselubung.


Nah, supaya Kamu lebih paham maksudnya, coba Kamu perhatikan contoh promosi di bawah ini:

“Akhirnya baju yang ditunggu-tunggu sudah datang! Baju premium dari toko X ini terbuat dari bahan katun yang diimpor langsung dari Korea. Yuk, siapa lagi yang mau pesan baju ini? Klik Link di bawah ini sekarang juga, ya.

Tidak ada yang salah dengan contoh promosi di atas, bukan?


Namun, apa respon Kamu jika melihat orang yang tidak Kamu kenal, atau orang yang Kamu kenal, melakukan promosi seperti ini terus-menerus?


“Duh, orang ini kok jualan mulu, sih? Unfollow aja, deh!”, betul?


Wajar, karena kita masuk ke media sosial bukan untuk belanja sesuatu, bukan? Lain halnya kalau Kamu masuk ke marketplace.


Sekarang coba Kamu bandingkan dengan contoh promosi ini:


Wah, ternyata ini to alasan baju ini selalu laris. Ya gimana nggak laris, bahannya katun dan diimpor langsung dari Korea. Hmm, beruntungnya aku karena bisa punya baju ini.


Gimana, mulai kerasa bedanya, kan?


Dalam Covert selling, wajib hukumnya untuk membuat pembaca penasaran. Karena konon katanya, penasaran = pemasaran.


Komponen dalam Covert Selling ?

1. Curriosity

Kunci penting dalam memainkan Covert Selling adalah membangkitkan Rasa Penasaran untuk mereka yang membaca (konten teks), melihat (video), atau mendengarkan (audio, podcast, dsb) konten Kamu.


2. Ambiguity

Poin penting selanjutnya dalam Covert Selling adalah membangun konten bermakna ganda atau ambiguitas. Artinya, pembaca satu dan yang lainnya, bisa mempunyai persepsi berbeda dalam menelaah konten kamu


3. Emotionally

Selain mengandung dua hal di atas, poin ini juga tidak boleh terlewatkan. Karena konten dalam covert selling harus bisa membangkitkan emosi dari calon pembeli. Saat mereka menyimak konten, emosi mereka akan ikut muncul ke permukaan.


Nahh udah tau kan, kenapa gak perlu malu untuk mulai bisnis dari 0. Yuk semangat para pejuang bisnis!!! Setelah berani mulai beberbisnis pstinya kamu perlu skill dan keterampilan mengelola dan menganalisis keuntungan bisnis tersebut supaya keuangan bisnis kamu tetap sehat. Ilmukeuangan.com akan membahas lengkap tentang cara melakukan revenue analysis di E-course Revenue Analysis. Dapatkan harga khusus hari ini !




24 views0 comments

Recent Posts

See All