CEO : Generalis atau Spesialis



CEO : Generalis atau Spesialis

"jack of all trades, master of none”.

Mungkin temen-temen sudah pernah mendengarnya, sebuah ungkapan yang secara umum dipahami sebagai anjuran untuk fokus pada satu bidang, daripada belajar banyak bidang sekaligus, dan berakhir pada "tau banyak hal, tapi tidak memiliki satupun keahlian khusus”. Banyak yang menganggap orang yang tau banyak hal, Seorang generalis, biasanya hanya memiliki pengetahuan yang dangkal.Hmm..

Chief Everything Officer to Chief Executive Officer

Chief Everything Officer yaitu sejenis plesetan dari Chief Executive Officer yang biasa disematkan untuk para startup atau pengusaha pemula yang semuanya harus dikerjakan sendirian. Sementara Chief Executive Officer baru layak diraih ketika organisasi perusahan tersebut sudah lengkap dan Bisnis sudah mulai tumbuh.

Saya masih ingat ketika saya memulai bisnis makanan saya 3-4 tahun yang lalu, Jabatan saya saat itu adalah CEO Chief Everything Officer alias sendirian ga punya tim.

Saya harus mengerjakan semua proses bisnis sendiri A to Z. Membeli bahan baku sendiri, belajar tentang proses produksi, harus paham standar produksi, Quality control, mengurus izin edar dan sertifikat halal, membuat design kemasan, bertemu dengan buyer, melakukan promosi dan iklan, mengirim barang sendiri, mengirim invoice sendiri dan melakukan pembukuan sendiri. Disinilah latian awal saya menjadi Generalis.

Alhamdulilah seiring berjalannya waktu, saat ini sudah banyak para spesialis yang bergabung diperusahaan yang saya bangun 3 tahun lalu.

Bagaimana dengan CEO beneran alias Chief Executive Officer .

Budi Satria Isman Former CEO PT Sari Husada (Susu SGM),beliau pernah masuk nomisasi Best CEO di Asia versi CNBC sekitar tahun 2007, beliau juga berhasil membawa Sari husada jauh lebih baik.

Budi Satria Isman dimata saya adalah seorang generalis terbaik yang saya kenal.

Pendidikannya dibidang Organisasi dan Finance dari kampus di Amrik, tapi beliau sangat mengerti hampir semua proses bisnis. Sehingga beliau sangat tau bagaimana membuat profitability perusahaan meningkat karena dia mengerti semua celah yang bisa dilakukan efesiensi dan yang mana yang bisa ditumbuhkan. beliau adalah guru Generalis saya.

Lalu apakah Budi Satria Isman adalah master of none?

Jawabanya juga tidak.

Saya melihat banyak bagian dibisnis yang beliau mengerti lebih dalam bahkan dari seorang spesialis. beliau tetap membutuhkan para spesialis untuk eksekusi pekerjaannya.

Saya juga pernah bertemu teman yang bekerja diindustry consumer goods yang sudah tinggal selangkah lagi menjadi CEO.Tapi promosi tidak kunjung tiba, usut demi usut teryata karena dia terlalu spesialis.

"solving specific problem with general impact”.

Bisnis bukan hanya bicara soal omset atau untung saja, tetapi banyak hal yang harus juga diperhatikan.Dari mulai menjaga bahan baku dan sumber daya lainnya, proses produksi, supply chain dan logistik,penjualan,membangun Brand, mengurus SDM sampai pencatatan. Bisnis juga terkadang membutuhkan pihak lain untuk bisa kolaborasi bisnis agar bisa terus tumbuh. Disinilah seorang Generalis dibutuhkan untukmampu bisa mengetri prinsip-prinsip dalam bidang bisnis.

Pendidikan di Indonesia dan entry level di industri rata-rata memang dipersiapkan untuk menjadi spesialis. Ketika fresh graduate melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, biasanya mereka akan dipersiapkan untuk job description yang spesifik. Apakah itu cukup? saya rasa tidak. Terutama jika kita menginginkan peningkatan "level" di perusahaan. Maka kita harus expand diri kita, selain mendalami spesialisasi kita, kita juga harus bisa menguasai hal-hal yang lebih general, karena sebenarnya kita akan dipersiapkan untuk tanggung jawab yang lebih banyak. Sehingga semakin tinggi "level" di perusahaan, sebenarnya menuntut kita untuk menjadi lebih general, lebih banyak cakupan pengetahuan dibutuhkan, dan tanggung jawab terhadap orang-orang yang melakukan pekerjaan lebih spesifik.

Dan tak hanya spesialis yang harus expand untuk tau hal-hal yang lebih general, seorang generalis-pun harus expand untuk memperdalam hal-hal spesifik, sehingga dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada disana. Karena substansi dari setiap permasalahan, biasanya berada di ranah lain yang lebih spesifik. Dengan demikian, akan ada banyak titik yang bisa dihubungkan, dan semakin banyak orang yang bisa menerima manfaat dari solusi yang muncul atas permasalahan tersebut. Sama seperti yang startup maupun perusahaan besar lakukan, yaitu "solving specific problem with general impact”.

Dengan demikian, Jika anda (ingin) menadi seorang CEO yang terpenting bagi adalah selalu expand pengetahuan dan kemampuan. sehingga bisa memberikan lebih besar manfaat kepada lebih banyak orang. Karena baik generalis maupun spesialis sebenarya harus kita sinergikan dengan baik dalam diri kita, yang artinya menjadi orang yang tau banyak hal, sekaligus ahli dalam beberapa hal. Oleh karena itu saya lebih setuju dengan pendapat beberapa orang yang lain bahwa "being a jack of all trades, doesn't mean you're master of none”.

Yuszak M Yahya

CEO Serasa Food

Founder @ilmukeuangan

88 views0 comments

Recent Posts

See All