Gimana Cara Kelola Inventory?



Saat menjalankan bisnis jual beli produk, pastinya diperlukan keterampilan mengelola stok barang. Dan pada kenyataannya mengelola stok barang tidak semudah yang dibayangkan.


Mengelola stok barang pada gudang memang merupakan tantangan terbesar apalagi jika usaha kamu sudah memeiki beberapa cabang. Lalu bagaimana ya cara mengelola stok inventory ?

1. Persiapkan Data Seakurat Mungkin

Saat melakukan persiapan data, tugaskan seseorang secara khusus yang bertanggung jawab dalam melakukan pencatatan.Dan pastikan orang tersebut harus mencatat dengan akurat.

Tujuannya agar kamu mengetahui terlebih dahulu data dari periode sebelumnya, lalu menentukan target pemasaran serta forecast penjualan pada periode saat ini. Beberapa perusahaan terkadang menggunakan sistem pre-order dan data pesanan yang masuk untuk dijadikan sebagai landasan menentukan angka persediaan.


2. Membuat Forecast Persediaan


Setelah Anda mengumpulkan data input dan output barang, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat forecast atau perkiraan persediaan stok barang berupa jumlah persediaan yang dibutuhkan pada periode ini.


3. Lakukan Pengecekan Sebelum Barang Disimpan


Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa Kamu selalu melakukan pengecekan barang sebelum memasukkannya ke dalam rak. Pengecekan ini bisa dilakukan sebelum pemberian kode agar Kamu bisa mengetahui ada atau tidaknya barang yang dicatat dalam tumpukan stok barang. Pengecekan ini juga bisa membantu untuk mengetahui barang mana yang mengalami kecacatan, salah produksi, dan kesalahan lainnya sebelum memutuskan untuk menyimpannya. Khusus untuk barang-barang yang cacat, Kamu bisa mengumpulkannya ke dalam satu tempat lain dan jangan lupa pula untuk memberikan tanda atau catatan kecil mengenai keterangan cacat.



4. Memberikan Kode di Setiap Barang Ketika Mengelola Stok Barang Pada Gudang


Pemberian kode pada tiap barang akan sangat membantu ketika melakukan penjualan barang. Sebagai contoh, jika ada seorang pelanggan yang membeli baju dengan kode MM berwarna merah muda, maka sebagai penjual, Kamu akan secara langsung paham dengan apa yang ditanyakan dan dipesan oleh pelanggan.


5. Pisahkan Stok Baru dan Stok Lama


Mencampur aduk stok baru dan lama hanya akan membuat bingung ketika melakukan pencatatan dan pengecekan stok barang.


Ketika ada kedua barang ini, ada baiknya Kamu memisahkan stok lama dan stok baru untuk mempermudah perhitungan jumlah stok lama yang terjual dan belum terjual. Gunakan aplikasi stok barang untuk proses lebih mudah. Kamu juga bisa menyediakan satu tempat khusus untuk stok baru agar menghindari tercampurnya stok barang yang baru dan juga yang lama.


Kelima cara di atas dapat Kamu terapkan dengan mudah untuk mengelola stok barang di gudang. Pastikan juga Anda telah menggunakan sistem pencatatan kartu stok barang yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.


Ilmukeuangan.com akan membahas lebih lengkaptentang rahasia mengelola keluangan UMKM di E-course Jurus keuangan. Dapatkan harga khusus hari ini.




20 views0 comments

Recent Posts

See All