HINDARI 3 MASALAH KEUANGAN UMKM INI



Seperti kecambah, bisnis UMKM di Indonesia bertunas setiap hari. Di antara tunas itu, ada yang berkembang tapi banyak juga yang mati. Mungkin anda tahu bahwa usaha mengembangkan UMKM baik lewat seminar kewirausahaan dan bahkan menurunkan pajak UMKM jadi setengah persen tak lantas membuat bisnis ini meroket sukses. Malah bertumbangan di tengah jalan.


Apa masalahnya? Selain karena kendala teknis, lambatnya perkembangan bisnis anda bisa jadi disebabkan oleh masalah keuangan UMKM yang tak bisa anda antisipasi sejak dini. Mungkin anda terlalu menganggap remeh masalah itu sebab lebih mengutamakan keuntungan di awal usaha.


Mengejar keuntungan memang target sebuah usaha. Tapi terlalu fokus hingga mengabaikan masalah keuangan UMKM yang seharusnya bisa anda cegah di awal bisnis justru membuat usaha anda terancam punah di masa mendatang.

Apa saja masalah keuangan UMKM dan solusi seperti apa yang bisa anda pakai?

1. Tidak Ada Rencana Anggaran yang Matang

Sebagai wirausahawan mandiri, biasanya dalam membuka UMKM anda melakukan seorang diri, baik itu produksi, pemasaran, distribusi, maupun pengelolaan keuangan. Tak jarang, pekerjaan yang multitasking ini membuat anda keteteran untuk mengurus dengan matang. Karena alasan ini pulalah, biasanya anda jadi bertindak sesukanya dalam mengelola laba bisnis. Padahal masalah keuangan UMKM salah satunya terletak pada pemanfaatan anggaran yang semena-mena. Seperti belanja barang tersier yang tak ada hubungannya dengan bisnis, misalnya. Cara mengatasinya adalah reset kembali rencana anggaran bisnis anda per bulan. Fokuskan pada kebutuhan bisnis dan bagi jadi beberapa bagian akumulasi keuntungan dalam satu bulan itu. Misal untuk gaji, pengeluaran, dan investasi.


2. Mengabaikan Laporan Keuangan

Tak cuma soal rencana anggaran yang bisa membuat masalah keuangan bisnis anda berantakan, tapi juga laporan keuangan yang tidak konsisten anda buat. Kalau laporan keuangan saja anda abai, bagaimana anda tahu keuntungan bisnis anda? Bagaimana anda belanja kebutuhan bisnis bulanan? Alokasi dana darimana? Sejatinya laporan keuangan bukan melulu mencatat uang masuk dan keluar. Uang masuk adalah pendapatan dan uang keluar adalah pengeluaran, sedangkan selisihnya adalah laba. Bukan begitu. Laporan keuangan tak sesederhana itu, tapi paling tidak anda punya laporan Neraca, Arus Kas, dan Laba Rugi. Bingung membuatnya? Kalau anda malas melakukan sendiri, mungkin anda perlu akuntan untuk mengerjakan laporan keuangan.


3. Tidak Memiliki Mentor

Selain karena masalah keuangan UMKM, tak adanya mentor yang membimbing anda mengelola bisnis anda rupanya cukup jadi kendala yang signifikan, kecuali jika anda punya inisiatif mencari informasi sendiri dan mau belajar otodidak. Belajar otodidak pun tak ubahnya seperti eksperimen yang banyak gagalnya, sebab anda tak tahu tepat di mana kesalahan bisnis yang mestinya anda hindari atau perbaiki. Lantas apa jadinya jika anda hanya mengandalkan insting semata dalam menjalankan bisnis? Pecayalah, ketajaman insting pebisnis tak serta merta terasah begitu saja di awal usaha. Solusinya yaitu cari mentor. Mentor tak harus jelmaan mahaguru yang mendampingi anda tiap waktu. Tapi anda bisa mendapatkannya lewat buku, seminar, maupun situs dan media sosial pebisnis sukses. Melalui ilmukeuangan.com anda dapat memperoleh mentor keuangan yang berkualitas dan berpengalaman.


3 masalah tersebut memang sering terjadi pada umkm di Indonesia, namun sebaik baiknya pebisnis adalah mengatasi masalah dengan mengetahui masalah tersebut dahulu. Selalu ikuti Ilmu Keuangan (ilmukeuangan.com) untuk mendapatkan ilmu, pengetahuan dan informasi seputar ilmu keuangan bisnis.







60 views0 comments

Recent Posts

See All