Mari Mengenal Rasio Leverage





Leverage mengacu pada penggunaan aset dan sumber pendanaan oleh perusahaan dengan biaya tetap (biaya tetap) untuk meningkatkan keuntungan pemegang saham. Tujuan dari perusahaan yang menggunakan leverage adalah memperoleh keuntungan yang lebih besar dari biaya tetap (biaya tetap). Leverage adalah tingkat dimana perusahaan menggunakan aset dan / atau dana dengan biaya tetap (hutang dan / atau saham khusus) untuk mencapai tujuan perusahaan dalam memaksimalkan kekayaan pemilik perusahaan.


Selain itu, leverage dapat diartikan sebagai penggunaan aset atau dana, dan perusahaan harus menggunakan dana tersebut untuk membayar biaya tetap atau biaya tetap. Perusahaan dengan biaya operasi tetap atau biaya modal tetap menggunakan leverage. Penggunaan leverage akan membawa beban dan resiko bagi perusahaan, terutama pada saat kondisi perusahaan semakin memburuk.Selain kenaikan beban bunga yang harus dibayar perseroan, perseroan juga bisa mendapat denda dari pihak ketiga.


Menurut Kasmir, tujuan perusahaan menggunakan rasio leverage, termasuk:

  1. Untuk memahami posisi perusahaan atas kewajiban pihak lain (kreditur),

  2. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban tetap (misalnya, pinjaman angsuran termasuk bunga),

  3. Untuk mengevaluasi keseimbangan antara nilai aset (terutama aset tetap dan modal),

  4. Untuk menilai bahwa aset perusahaan dibiayai melalui hutang, Menilai dampak hutang perusahaan terhadap manajemen aset.


Jenis-Jenis Leverage

Terdapat 3 jenis leverage, diantaranya yaitu: Operating Leverage, Financial Leverage dan Combination Leverage.


Leverage Operasi (Operating Laverage)

Menurut Syamsuddin (2001: 107), leverage operasi adalah kemampuan perusahaan menggunakan biaya operasi tetap untuk meningkatkan dampak perubahan volume penjualan terhadap laba sebelum bunga dan pajak (EBIT).


Leverage operasi timbul dari biaya tetap yang dikeluarkan oleh operasi perusahaan. Perusahaan dengan biaya operasi tetap atau biaya modal tetap menggunakan leverage. Dengan menggunakan leverage operasi, perseroan berharap perubahan penjualan akan menghasilkan perubahan EBIT yang lebih besar.


Biaya operasional tetap ini biasanya berasal dari depresiasi tetap, biaya produksi dan penjualan, seperti gaji karyawan. Sebaliknya, biaya variabel operasional. Contoh biaya variabel (seperti biaya tenaga kerja) dibayarkan berdasarkan produk yang dihasilkan.


Tujuan dari analisis leverage operasi adalah untuk mengetahui sensitivitas laba operasi terhadap perubahan hasil penjualan dan penjualan minimum yang harus diperoleh perusahaan agar tidak mengalami kerugian.


Leverage Keuangan (Financial Laverage)

Financial leverage mengacu pada penggunaan sumber dana dengan biaya tetap, asalkan akan memberikan keuntungan tambahan yang lebih besar dari biaya tetap, sehingga meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.


Kebijakan perusahaan dalam memperoleh modal pinjaman dari luar dalam hal pengelolaan keuangan adalah penerapan financial leverage, dimana perusahaan menggunakan modal pinjaman untuk mendanai kegiatan dan menanggung biaya tetap yang bertujuan untuk meningkatkan laba bersih per saham.


Pembangkitan leverage keuangan karena perusahaan harus melakukan kewajiban keuangan tetap. Kewajiban keuangan tetap tidak akan berubah dengan perubahan tingkat EBIT, dan kewajiban keuangan tetap harus dibayar terlepas dari tingkat EBIT yang dicapai oleh perusahaan.


DFL yang lebih besar menunjukkan bahwa perubahan tingkat EBIT akan menghasilkan perubahan yang lebih besar pada laba bersih (EAT) atau laba per saham (EPS). Padahal, bentuk pembayaran bunga tetap ini bisa menjadi beban semua hutang atau obligasi yang ada dan biaya dividen saham preferen, yang memiliki beban pembayaran tetap setelah perhitungan sebelum pajak.


Leverage Gabungan (Combination Laverage)

Leverage gabungan mengacu pada dampak perubahan penjualan terhadap perubahan laba setelah pajak. Leverage gabungan (DCL/Degree of Combine Leverage) secara langsung mengukur dampak perubahan penjualan terhadap perubahan pendapatan pemegang saham. DCL mengacu pada perubahan persentase laba per saham sebagai hasil dari perubahan persentase unit yang terjual.


Leverage kombinasi terjadi ketika perusahaan memiliki leverage operasi dan leverage keuangan dalam proses meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham biasa.


Ilmukeuangan.com akan membahas lebih lengkap tentang rahasia mengelola keluangan UMKM di E-course Jurus keuangan.

Dapatkan harga khusus hari ini.




82 views0 comments

Recent Posts

See All