Mengenal Rasio Keuangan Perusahaan

Updated: Jun 15




Untuk menggambarkan perkembangan keuangan atau keuangan suatu perusahaan, penting untuk menganalisis atau menafsirkan semua data yang terkait dengan keuangan atau keuangan.


Data keuangan dapat dengan mudah ditemukan dalam laporan keuangan perusahaan. Saat menganalisis situasi keuangan perusahaan, rasio keuangan perusahaan biasanya digunakan.


Dengan menggunakan rasio keuangan, setidaknya beberapa pertanyaan dalam perusahaan dapat dijawab. Isu-isu ini menyangkut likuiditas perusahaan, efektivitas manajemen untuk menghasilkan keuntungan atau keuntungan dari aset operasi, bagaimana mendanai perusahaan, dan tingkat pengembalian bagi pemegang saham. Berikut ini adalah beberapa hal terkait laporan keuangan yang sering digunakan oleh perusahaan.


Perbandingan rasio yang digunakan

Ada dua perbandingan rasio keuangan perusahaan yang dapat digunakan untuk analisis, yaitu:


  1. Rasio yang digunakan adalah perbandingan rasio antara rasio lancar dan rasio yang digunakan. Atau, Anda dapat membandingkan rasio saat ini dengan rasio yang digunakan di masa depan. Keduanya dilakukan di perusahaan yang sama.

  2. Bandingkan rasio serupa dengan yang digunakan oleh perusahaan sejenis lainnya pada waktu yang sama. Informasi yang relevan akan diperoleh dengan menggunakan salah satu opsi perbandingan rasio keuangan perusahaan. Perusahaan juga dapat menggunakan kedua rasio tersebut untuk perbandingan.


Angka Rasio yang digunakan

Baik untuk membandingkan rasio keuangan dalam satu perusahaan atau antar perusahaan, hanya tiga jenis data rasio yang dapat digunakan, yaitu:


  1. Angka Rasio Neraca, dimana angka rasio ini berupa neraca yang dapat diwujudkan dengan current ratio, current asset to total asset ratio, acid test ratio, dan current liabilities to total asset ratio serta masih banyak lagi rasio neraca lainya.

  2. Rasio Laporan Keuntungan (Laba) Rugi. Rasio keuangan ini bisa didapat dari data yang berdasarkan pendapatan statement. Contoh dari rasio ini adalah net margin, gross profit, operating ratio, operating margin dan masih banyak lagi yang lain.

  3. Rasio Antar Laporan Keuangan, merupakan sebuah ratio keuangan yang dibuat dari neraca beserta data lain yang berasal dari pendapatan statement. Contoh dari rasio ini adalah asset turnover, receivable turnover, dan inventory turnover.

Bentuk Umum Rasio Keuangan perusahaan

Secara umum, rasio keuangan perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu seperti yang ada di bawah ini:

  1. Rasio Liquiditas

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek yang berkaitan dengan hutang piutang dalam jangka pendek pula. Kondisi keuangan dikatakan baik jika Current ratio berada pada angka 200% dan Quick ratio pada angka 100%. Di dalam rasio liquiditas terdapat 3 rasio yang berbagung menjadi satu, yaitu current ratio, quick ratio dan cash ratio.

  1. Rasio Solvabilitas

Rasio ini digunakan untuk mengukur perbandingan antara dana yang dimiliki oleh pemilik dan dana yang dipinjam dari direktur sebuah perusahaan. Rasio ini berfungsi untuk mengukur kemampuan aktiva perusahaan dengan menggunakan biaya yang berasal dari hutang rasio ini guna menunjukan keamanan sebuah perusahaan dari pemberi pinjaman dana.

  1. Rasio Rentabilitas

Rasio ini sering disebut dengan rasio Profitabilitas. Fungsi dari rasio ini adalah untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Profibilitas ini mampu menunjukan hasil perbandingan antara keuntungan dengan modal perusahaan yang digunakan untuk memperoleh keuntungan tersebut.


Ilmukeuangan.com akan membahas lebih lengkap tentang rahasia mengelola keluangan UMKM di E-course Jurus keuangan.

Dapatkan harga khusus hari ini.





45 views1 comment

Recent Posts

See All