Pelepasan Aset Tetap, Gimana Caranya?




Aktiva tetap merupakan aset atau harta berwujud yang dimiliki badan usaha yang masa manfaatnya lebih dari setahun atau satu periode akuntansi, dan digunakan sebagai sarana penunjang kegiatan operasional perusahaan dan tidak diperjual belikan. Karena masa manfaatnya yang panjang aktiva tetap mengalami penyusutan yang dapat mengurangi nilai dari aktiva tersebut bahkan sampai tak memiliki nilai dan kehilangan dari kegunaanya tersebut. Biasanya perusahaan akan melakukan pelepasan aset ketika aset tetap tersebut telah kehilangan kegunaannya. Aset-aset tersebut bisa dilepas perusahaan melalui cara dibuang, dijual atau ditukar tambah dengan aset serupa.


1. Dibuang

Pembuangan aktiva tetap dapat dilakukan apabila aset tesebut tidak berguna lagi bagi perusahaan serta tidak memiliki nilai jual. Jika aset tersebut belum disusutkan secara penuh, maka harus terlebih dahulu melakukan jurnal penyusutan sebelum aktiva tersebut dibuang dan dihapus dari catatan akuntansi perusahaan. Hal ini tidak akan menimbulkan keuntungan ataupun kerugian yang harus diakui dalam catatan akuntansi karena aset telah disusutkan secara penuh dan tidak memiliki nilai sisa (salvage value).


Dibuang sepenuhnya disusutkan

Misalnya peralatan yang dibeli dengan harga Rpxxxxx telah disusutkan sepenuhnya pada akhir periode. Pada awal Februari mesin tersebut dibuang.



2. Dijual

Jika aktiva tetap sudah tidak digunakan lagi tetapi masih memiliki nilai sisa, maka aktiva tersebut dapat dijual. Penjualan aktiva tetap ini dapat menimbulkan keuntungan jika dijual di atas nilai buku, atau menimbulkan kerugian jika dijual di bawah nilai buku dan impas jika dijual setara dengan nilai buku. Keuntungan atau kerugian akan dilaporkan pada laporan laba rugi sebagai pendapatan lain-lain atau kerugian lain-lain.


A. pabila dijual untung


B. Apabila dijual rugi


3. Ditukar

Selain dibuang atau dijual, pelepasan juga bisa dengan cara pertukaran. Perusahaan menukar aktiva lamanya dengan aktiva baru dengan mempertimbangkan harga pasar aktiva lama. Pertukaran ini dapat terjadi baik antara aktiva tetap yang sejenis ataupun yang tidak sejenis. Nilai tukar tambah (trade-in allowance), dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai buku aktiva tetap lama. Nilai yang tersisa atau jumlah terutang atas transaksi pertukaran ini dapat dibayar secara tunai atau dicatat sebagai kewajiban. Pertukaran aset atau aktiva tetap seperti ini juga menimbulkan keuntungan atau kerugian yang perlu diakui dalam catatan akuntansi pada saat pertukaran terjadi.


Nah buat kalian yang masih bingung dalam pengelolaan keuangan dan basic keuangan, ilmu keuangan menyediakan E-Course Basic Finance yang akan membantu kamu belajar membaca dan memahami laporan keuanganmu. Yuk daftar sekarang !!!




9 views0 comments

Recent Posts

See All