Akankah Perekonomian Petani Indonesia akan Membaik?

Indonesia sebagai negara agraris yang memiliki luas baku 7,46 juta hektar atau tepatnya 7.463.948 hektar masih saja perekonomian para petani dalam keadaan sulit. Sulitnya perekonomian petani disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah tingkat pendapatan petani relative rendah, proses penciptaan inovasi teknologi kurang komprehensif, proses diseminasi inovasi kurang efektif dan petani atau kelompok tani sebagai penerap inovasi masih menghadapi masalah internal dan eksternal.


Dilansir dari kompas.com bahwa PT. Bank Mandiri Tbk telah bekerja sama dengan PT. Pupuk Indonesia. Hal ini memiliki visi yaitu membaiknya perekonomian petani Indonesia melalui meningkatnya produktivitas dan pendapaatan para petani binaan tersebut. Pupuk Indonesia akan merekomendasikan petani yang dapat melakukan perjanjian pembiayaan, hal ini termasuk dengan badan perusahaan ataupun koperasi yang menjadi off taker hasil panen petani binaan.


Petani binaan akan mendapatkan pengembangan kompetensi seperti pelatihan budidaya, pendampingan, dan pembentukan klaster-klaster pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan mitra tani binaan. Tidak hanya petani, dukungan permodalan ini juga dapat diakses oleh distributor, kios pertanian, hingga pembeli hasil panen (grain trader). Hal ini tentu akan menjadi angin segar sekaligus peluang bagi petani Indonesia. Kerja sama yang dinergis antara PT. Bank Mandiri Tbk. dan PT. Pupuk Indonesia diharapkan akan dapat menciptakan petani petani unggul sehingga perekonomian petani dapat ikut membaik.


Dengan demikian sinergi antar BUMN ini akan menjadi terobosan solutif untuk mendukung pencapaian program ketahanan pangan pemerintah. PT. Bank Mandiri Tbk. dan PT. Pupuk Indonesia melihat bahwa di masa pandemi ini, sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang potensial untuk menopang perekonomian Indonesia sehingga dengan fondasi yang baik diharapkan perekonomian Indonesia juga akan ikut membaik.

9 views0 comments

Recent Posts

See All