Menghitung Biaya Bunga Dengan Times Interest Earned Ratio



Pembayaran bunga biasanya berjangka panjang dan biasanya dianggap sebagai biaya tetap yang berkelanjutan. Seperti biaya tetap lainnya, jika perusahaan tidak mampu membayar maka perusahaan dapat digugat atau bangkrut.


Times Interest Earned Ratio adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar atau membayar kembali biaya bunga di masa depan. Rasio ini biasanya diklasifikasikan sebagai salah satu rasio keuangan dalam rasio solvabilitas, karena “Times Interest Earned Ratio ” adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar bunga dan hutang. Oleh karena itu, "Times Interest Earned Ratio " biasanya disebut sebagai " Interest Coverage Ratio ".


Rasio ini mewakili berapa kali perusahaan dapat menggunakan pendapatan sebelum pajaknya untuk membayar biaya bunga. Oleh karena itu, jelas bahwa semakin besar rasionya maka semakin menguntungkan dan menguntungkan. Dengan kata lain, jika rasionya 5 kali, berarti pendapatan atau laba operasi perusahaan dapat membayar hingga 5 kali lipat dari total beban bunga, atau bisa dikatakan pendapatan perusahaan 5 kali lipat dari beban bunga. Di tahun yang bersangkutan.


Secara umum, kreditor akan lebih memilih perusahaan dengan " Times Interest Earned Ratio " yang lebih tinggi karena menunjukkan bahwa perusahaan dapat membayar biaya bunganya pada saat jatuh tempo. Perusahaan dengan " Times Interest Earned Ratio " yang lebih tinggi memiliki risiko kredit yang lebih rendah daripada perusahaan dengan " Times Interest Earned Ratio " yang lebih rendah.


Contoh Kasus Perhitungan Times Interest Earned Ratio


Sebuah perusahaan manufaktur mengajukan pinjaman baru dari Bank Dunia untuk membeli mesin produksi. Sebelum memutuskan apakah akan memberikan pinjaman baru, bank meminta laporan keuangannya untuk menghitung "rasio pendapatan bunga waktu". Laporan keuangan menunjukkan bahwa laba sebelum pajak dan bunga adalah Rp. 250 juta, dan beban bunga tahun ini hanya Rp. 50.000.000. Perhitungan rasio pendapatan bunga waktu adalah sebagai berikut:


Laba sebelum Pajak dan bunga = Rp. 250.000.000,- Beban Bunga = Rp. 50.000.000,- Laba sebelum Pajak dan bunga = ?


Penyelesaian:

Times Interest Earned Ratio = Laba sebelum Pajak dan bunga / Beban Bunga Times Interest Earned Ratio = Rp. 250.000.000,- / Rp. 50.000.000,- Times Interest Earned Ratio = 5 kali


Berdasarkan perhitungan di atas maka Times Interest Earned Ratio perusahaan manufaktur adalah 5 kali lipat. Artinya pendapatan atau laba operasi perusahaan manufaktur adalah 5 kali lipat dari beban bunga tahunannya. Dengan kata lain, perusahaan manufaktur dapat membayar biaya bunga tambahan. Dalam hal ini, risiko bisnis perusahaan manufaktur tidak akan terlalu besar, dan bank harus dapat memberikan pinjaman kepada perusahaan manufaktur tersebut.


Ilmukeuangan.com akan membahas lebih lengkap tentang rahasia mengelola keluangan UMKM di E-course Jurus keuangan.

Dapatkan harga khusus hari ini.




1,348 views0 comments

Recent Posts

See All